0Sajagat.id, BANDUNG – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke X Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bekasi berlangsung dinamis setelah ditemukan sejumlah persoalan administratif dalam tahapan awal kegiatan.
Wakil Ketua Bidang Isu Strategis PPP, Joy Pandhita Effendy, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Muscab yang semula digelar di hotel Sahid Lippo Cikarang harus dipindahkan ke kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat di Bandung.
Menurut Effendi, keputusan tersebut diambil setelah ditemukan indikasi maladministrasi terkait kepesertaan Muscab.
“Dalam proses registrasi, kami menemukan adanya peserta yang tidak melalui mekanisme verifikasi dan validasi sebagaimana mestinya. Hal ini berpotensi memicu konflik di lapangan, sehingga diputuskan untuk memindahkan pelaksanaan Muscab ke DPW,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menjaga kondusivitas forum, panitia sebelumnya dibekukan dan seluruh proses diambil alih oleh DPW PPP Jawa Barat. Selanjutnya, undangan ulang disebarkan kepada seluruh peserta, termasuk unsur Pimpinan Anak Cabang (PAC), pengurus DPC, majelis partai, serta badan otonom (Banom).
Namun, dari hasil verifikasi ulang, hanya 17 PAC yang dinyatakan sah dan hadir dalam forum. Meski demikian, persidangan tetap dilanjutkan karena telah memenuhi kuorum.
Dalam tahapan sidang, agenda pertanggungjawaban Ketua DPC tidak dapat dilaksanakan karena yang bersangkutan tidak hadir, meskipun telah diundang dan dikonfirmasi sebelumnya.
“Walaupun tanpa kehadiran Ketua DPC, forum tetap berjalan karena telah memenuhi syarat kepesertaan. Ini adalah forum penting untuk menentukan arah PPP Kabupaten Bekasi ke depan,” kata Joy.
Hasil Muscab kemudian menetapkan pembentukan tim formatur yang terdiri dari tujuh orang, yakni empat dari unsur PAC, satu dari DPC, serta masing-masing satu dari DPW dan DPP.
Sementara itu, Ketua terpilih hasil lanjutan Muscab, Sarif Marhaendi, menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal pasca dinamika yang terjadi.
Ia mengaku mendapat arahan agar tidak merayakan kemenangan secara berlebihan dan tetap menjaga etika politik.
“Kami diminta untuk tidak terlalu euforia dan tetap menjaga adab agar tidak melukai pihak lain. Yang terpenting adalah merangkul seluruh kader PPP agar ke depan partai ini semakin besar dan mampu meraih kursi di setiap daerah pemilihan,” ujarnya.
Sarif juga menekankan pentingnya konsolidasi menyeluruh dengan seluruh elemen partai, termasuk pihak-pihak yang sebelumnya berbeda pandangan dalam Muscab.






