Sajagat.id,Kabupaten Bekasi – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, menilai pemilihan mitra yang tepat dalam pengelolaan sampah dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran daerah.
Menurut Saeful, kerja sama dengan PT Asiana Teknologi Lestari dinilai berpotensi mengurangi beban pengeluaran pemerintah daerah dalam jumlah besar.
Ia memperkirakan, apabila pengelolaan sampah menggunakan skema berbayar seperti yang ditawarkan sejumlah perusahaan lain, potensi pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi dapat mencapai sekitar Rp143 miliar per tahun.
“Dari lima perusahaan lain yang menawarkan, rata-rata meminta tipping fee antara Rp350 ribu sampai Rp500 ribu per ton. Sementara PT Asiana tidak meminta tipping fee, nol rupiah,” kata Saeful.
Ia menjelaskan, skema tersebut dinilai dapat menjadi alternatif solusi dalam penanganan persoalan sampah di Kabupaten Bekasi, khususnya untuk memperpanjang masa operasional TPA Burangkeng yang saat ini disebut berada dalam kondisi kritis.
Menurutnya, kerja sama tersebut bukan merupakan bentuk transaksi penjualan aset atau sampah, melainkan langkah untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan daerah.
“Bukan dijual, tapi kita menyelesaikan masalah sampah. Kebetulan ada pihak yang mau mengolah tanpa membebani kita,” ujarnya.
Meski demikian, kebijakan terkait kerja sama pengelolaan sampah tersebut tetap memerlukan kajian lanjutan serta pengawasan agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pemerintah daerah.(Red)






