Site icon sajagat.id

Target Investasi Kabupaten Bekasi 2026 Capai Rp73,275 Triliun, LPCK Optimistis Prospek Properti Meningkat

Sajagat.id, Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menetapkan target investasi tahun 2026 sebesar Rp73,275 triliun, meningkat sekitar Rp725 miliar atau 1 persen dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp72,55 triliun. Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap iklim usaha yang dinilai semakin kondusif dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa peningkatan target investasi akan diiringi dengan penguatan kualitas layanan kepada investor melalui sistem pelayanan terpadu yang lebih cepat, mudah, dan efisien.

“Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi Kabupaten Bekasi telah mencapai Rp61,78 triliun,” ujarnya.

Dari total tersebut, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp37,90 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp23,87 triliun. Investasi tersebut menyerap lebih dari 55 ribu tenaga kerja, menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai peringkat pertama realisasi investasi kabupaten/kota di Jawa Barat.

Di tengah meningkatnya arus investasi di Kabupaten Bekasi, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyambut positif prospek pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Perusahaan pengembang properti perkotaan ini menilai peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja menjadi indikator meningkatnya kebutuhan hunian dan fasilitas komersial berkualitas.

Melalui pengembangan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis (LCC), LPCK menyiapkan sejumlah produk hunian dan komersial berstandar internasional yang dikembangkan dalam konsep kota mandiri terpadu dan berkelanjutan.

Beberapa proyek yang dipasarkan antara lain 5enses Collection, Cendana Grand Excelsia @ The Patio, Cendana Suites @ The Patio, The Colony, Allegra @ Casa de Lago, TreeTops @ Tanamera Vantage, serta The Hive @ Neo Patio.

Deputy COO LPCK, Lukas Budi Setiawan, menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan investasi dan tren permintaan properti yang dinilai tetap kuat.

“Perseroan berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen melalui penyelesaian pembangunan tepat waktu serta proses serah terima sesuai jadwal,” katanya.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun lalu, LPCK mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp1,2 triliun, atau setara 73 persen dari target tahunan sebesar Rp1,65 triliun.

Pada periode yang sama, perseroan membukukan pendapatan Rp3,44 triliun, meningkat 251 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial, lahan industri, serta kontribusi segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan LCC.

Dari sisi profitabilitas, LPCK mencatatkan EBITDA sebesar Rp363 miliar dengan margin 11 persen, serta laba kotor Rp670 miliar dengan margin 19 persen.

Dengan dukungan iklim investasi yang terus menguat di Kabupaten Bekasi, serta kesiapan infrastruktur dan pengelolaan kawasan yang dinilai matang, LPCK menyatakan optimistis dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan kawasan sekaligus menyediakan lingkungan hunian dan bisnis yang berkualitas.(Red)

Exit mobile version