Sajagat.id, Kabupaten Bekasi – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menargetkan penyerapan anggaran pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi mencapai minimal 97 persen. Pemerintah daerah juga berupaya memaksimalkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur fisik hingga mendekati 100 persen.
Upaya tersebut dilakukan dengan mempercepat pekerjaan infrastruktur yang masih berlangsung, termasuk normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko banjir.
“Dalam dua bulan ke depan, pekerjaan infrastruktur akan terus kita kebut. Saya akan kembali turun ke lapangan untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan. Target kami minimal 97 persen anggaran pembangunan infrastruktur fisik terserap,” kata Asep.
Normalisasi Kali CBL Dikerjakan dalam Dua Segmen
Sekretaris Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi Denny Rusnandi menjelaskan, normalisasi Kali CBL dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan utama yang mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi.
Paket pertama berada pada segmen Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, hingga Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara.
Pekerjaan pada segmen tersebut dimulai pada 1 September dan ditargetkan selesai pada 29 Desember 2026. Berdasarkan keterangan Denny, progres pekerjaan telah menjangkau sepanjang 950 meter dengan dukungan 11 unit alat berat.
Sementara itu, paket kedua mencakup ruas dari Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, menuju Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi.
“Segmen kedua mulai dari Jembatan Pulo Puter di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara menuju Desa Sukamekar di Kecamatan Sukawangi. Pekerjaan ini dimulai sejak 31 Agustus hingga 28 Oktober 2026 dengan progres terkini sudah menjangkau 2,45 kilometer didukung 10 unit ekskavator,” kata Denny.
Dengan demikian, kedua segmen normalisasi tersebut didukung total 21 unit alat berat, berdasarkan data yang disampaikan Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi.
Sedimentasi Tinggi Hambat Aliran Sungai
Denny mengatakan, Kali CBL mengalami sedimentasi cukup tinggi yang menyebabkan pendangkalan dan penyempitan badan sungai. Kondisi tersebut menghambat aliran air dari sejumlah saluran yang bermuara ke sungai itu.
Normalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi potensi banjir, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan.
Menurut Denny, Kali CBL belum pernah dinormalisasi sejak dibangun. Akibatnya, sedimentasi terus menumpuk dan berpotensi menghambat aliran air.
“Melalui normalisasi Kali CBL diharapkan kapasitas sungai makin optimal, aliran air lebih lancar dan potensi banjir yang selama ini mengancam permukiman warga dapat ditekan, khususnya saat intensitas hujan meningkat,” ujarnya.

