Sajagat.id, Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) mempercepat rehabilitasi Jembatan Hulu Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang menghubungkan Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung.
Rehabilitasi jembatan yang menjadi akses penting masyarakat di wilayah Cikarang Barat, Cibitung, dan Cikarang Utara tersebut ditargetkan rampung lebih cepat dari masa kontrak pekerjaan selama 90 hari kalender.
Kepala Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengatakan rehabilitasi jembatan itu menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp484,301 juta. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 20 Agustus hingga 17 November 2026.
“Targetnya pekerjaan bisa selesai lebih cepat dari kontrak. Kami sudah berkoordinasi dengan pelaksana agar pekerjaan ini dapat segera diselesaikan karena jembatan ini sangat vital bagi masyarakat,” kata Henri, Selasa (13/10/2026).
Jembatan yang berada di Kampung Cikarang Jati tersebut melintasi Kali CBL dengan panjang sekitar 21 meter dan lebar 7 meter. Infrastruktur ini menjadi penghubung mobilitas masyarakat dari sejumlah kawasan permukiman dan wilayah antar kecamatan.
Henri menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi meliputi perbaikan lantai jembatan, pembongkaran dan pemasangan kembali railing atau pagar pembatas di sisi kiri dan kanan jembatan, serta rekonstruksi jalan pendekat pada kedua sisi.
“Jalan pendekat yang rusak dibongkar kemudian dicor kembali. Setelah itu dilakukan pengaspalan, termasuk lantai jembatan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan Dinas SDA-BMBK, pengecoran jalan pendekat telah dilakukan. Sementara itu, pekerjaan railing jembatan masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam pekan tersebut.
Tahapan berikutnya meliputi pengaspalan, pembuatan leningan, serta pengecatan. Apabila tidak terdapat kendala, pekerjaan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan sejak pernyataan disampaikan.
“Kalau tidak ada kendala, paling cepat sekitar dua minggu lagi pekerjaan sudah bisa selesai. Letak jembatan ini sangat vital sekali, penghubung tiga kecamatan meliputi Cikarang Utara, Cikarang Barat dan Cibitung,” katanya.
Untuk mempercepat penyelesaian rehabilitasi, Bidang Pembangunan Jembatan Dinas SDA-BMBK juga berkoordinasi dengan pelaksana agar menggunakan material beton fast track, yakni beton yang dirancang untuk mencapai kekuatan awal lebih cepat dibandingkan beton konvensional.
Henri menjelaskan, beton standar umumnya membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk mencapai kekuatan yang direncanakan, sedangkan beton *fast track* dapat digunakan lebih cepat, bergantung pada spesifikasi produk, kondisi lapangan, dan hasil pengujian kekuatannya.
“Kalau beton standar membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk dapat digunakan secara optimal, beton *fast track* itu coran yang bisa kering dalam waktu tiga atau tujuh hari, tapi harganya lebih mahal dengan coran standar,” pungkasnya.
Penggunaan material tersebut diharapkan dapat mempercepat tahapan pekerjaan sehingga jembatan bisa segera kembali dimanfaatkan masyarakat dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan keselamatan konstruksi.
Jembatan CBL berada di depan Bendung BSH-0 Cibitung. Keberadaannya mendukung akses masyarakat dari sejumlah kawasan permukiman, termasuk Perumahan Gramapuri dan Puri Lestari, serta warga dari wilayah sekitarnya.
Amin mengatakan, rehabilitasi jembatan sebenarnya telah direncanakan pada tahun sebelumnya. Namun, pelaksanaannya ditunda karena pada saat itu masih berlangsung pembangunan bendung.
“Kalau pekerjaan bendung dan rehabilitasi jembatan dilakukan bersamaan, tentunya akan menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Karena itu, rehabilitasi jembatan dilaksanakan tahun 2026 ini,” jelasnya.
Penjadwalan pekerjaan secara terpisah tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan lalu lintas yang berpotensi terjadi apabila kedua proyek dilaksanakan secara bersamaan.
Warga Apresiasi Perbaikan Jembatan CBL
Rehabilitasi Jembatan CBL mendapat apresiasi dari warga yang selama ini mengandalkan akses tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Desi Angrum (30), warga Perumahan Puri Lestari, Desa Sukajaya, berharap perbaikan jembatan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas sekaligus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
“Alhamdulillah Jembatan CBL akhirnya bisa diperbaiki tahun ini. Perbaikan jembatan ini sangat membantu masyarakat. Selain membuat mobilitas lebih lancar, juga mendukung konektivitas warga antardesa bahkan antarkecamatan,” kata Desi.

