Sajagat.id, Kabupaten Bekasi – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 resmi dilantik dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Le Premier Hotel Deltamas, Cikarang Pusat, Senin (22/6/2026).
Pelantikan kepengurusan baru tersebut menjadi momentum konsolidasi pedagang pasar tradisional di Kabupaten Bekasi sekaligus penguatan peran pasar rakyat sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di tengah tantangan modernisasi dan digitalisasi sektor perdagangan.
Ketua DPD APPSI Kabupaten Bekasi terpilih, Hasbi Asidikin, mengatakan kepengurusan baru berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan pedagang pasar serta mendorong transformasi pasar tradisional agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pedagang pasar. Kami ingin pasar tradisional tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampu bersaing di era modern dan digital,” ujar Hasbi dalam sambutannya.
Menurutnya, APPSI akan fokus pada peningkatan kesejahteraan pedagang, penguatan kelembagaan pasar, serta menjembatani komunikasi antara pedagang dan pemerintah daerah dalam upaya menciptakan pasar yang lebih tertata, aman, nyaman, dan berdaya saing.
“Kami berkomitmen menjadi wadah aspirasi pedagang sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan pasar rakyat di Kabupaten Bekasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda sekaligus Sekretaris DPD APPSI Kabupaten Bekasi, Ahmad Djaelani, menyebut kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 15 komisariat pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Bekasi.
“Partisipasi seluruh komisariat menunjukkan soliditas organisasi dan semangat bersama untuk memajukan pasar tradisional sebagai bagian penting dari perekonomian daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, DPD APPSI Kabupaten Bekasi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pasar yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dan program pemberdayaan pedagang.
Penghargaan diberikan kepada Pasar Induk Cibitung atas keberhasilannya memberdayakan pedagang melalui kemitraan penyediaan bahan pokok untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selanjutnya, Pasar KUD Permatasari menerima apresiasi atas penerapan tata kelola pasar berbasis Koperasi Unit Desa (KUD) yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Penghargaan juga diberikan kepada Pasar Cikarang atas dukungannya terhadap percepatan program penataan dan revitalisasi pasar menuju pengelolaan yang lebih modern.
Sementara itu, Pasar Lemahabang mendapat penghargaan atas keberhasilannya dalam menerapkan digitalisasi pasar, mempercepat legalisasi instalasi listrik, serta mengembangkan sistem mitigasi dan pencegahan kebakaran di lingkungan pasar.
Selain penghargaan kepada komisariat pasar, APPSI Kabupaten Bekasi juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi atas dukungannya dalam program penataan dan pembenahan pasar tradisional di berbagai wilayah.
Pelantikan DPD APPSI Kabupaten Bekasi turut dihadiri sejumlah tokoh dari unsur pemerintah, legislatif, organisasi pedagang, dan koperasi.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPW APPSI Jawa Barat, Nandang Sudrajat, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin, Anggota DPRD Jawa Barat Irpan Haeroni, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Usup Supriatna, serta Ketua Pusat KUD Jawa Barat Toto Iskandar.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan dukungan terhadap penguatan peran APPSI sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang pasar tradisional.
Melalui kepengurusan baru periode 2026–2031, APPSI Kabupaten Bekasi diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pedagang, pemerintah, dan sektor swasta guna menciptakan pasar rakyat yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan.(Red)

