Site icon sajagat.id

Kios APPSI Kabupaten Bekasi Resmi Dibuka di Pasar Lemah Abang

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Bekasi resmi mengoperasikan Kios APPSI Komisariat Pasar Lemah Abang

Sajagat.id, Kabupaten Bekasi – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Bekasi resmi mengoperasikan Kios APPSI Komisariat Pasar Lemah Abang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (3/10/2026).

Peresmian kios perdana ini dihadiri sekaligus diresmikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI yang juga Pembina APPSI, Obon Tabroni, unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi, jajaran pengurus DPD APPSI dan komisariat pasar APPSI se-Kabupaten Bekasi.

Acara peresmian ini menandai langkah awal penguatan organisasi pedagang pasar sekaligus upaya nyata dalam menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan harga pangan pokok bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Pembina APPSI Kabupaten Bekasi, Obon Tabroni, menyampaikan bahwa kehadiran kios ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi sembako dan kebutuhan pokok terjangkau, tetapi juga sebagai momentum peningkatan tata kelola pasar rakyat yang lebih modern, inovatif dan memberikan kenyamanan.

“Untuk mempertahankan keberadaan pasar tradisional, pihak pengelola pasar harus mampu menata pasar dengan baik, baik dari segi kebersihan, kenyamanan, dan tentunya kestabilan harga bahan-bahan pokok seperti beras, minyak, dan lain sebagainya yang menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke pasar tradisional,” ujar Obon.

Ketua DPD APPSI Kabupaten Bekasi, Hasbi Asidiki mengatakan, kehadiran Kios APPSI diposisikan sebagai simpul rantai pasok dan distributor lokal yang andal. Langkah ini bertujuan untuk memotong jalur distribusi yang panjang, sehingga para pedagang kecil dan pedagang kelontong di pasar tradisional tidak lagi kesulitan memperoleh komoditas bersubsidi dengan harga yang adil sesuai ketentuan.

“Kami ingin memastikan masyarakat di pasar tradisional mendapatkan akses harga yang stabil agar mereka tetap berdaya dan mampu bersaing,” ujar Hasbi Asidiki.

Lebih lanjut, Hasbi menjelaskan bahwa DPD APPSI Kabupaten Bekasi terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk jajaran legislatif dan pemerintah daerah, guna memperkuat tata kelola pasar tradisional yang tertib, bersih, dan terdigitalisasi. Melalui fungsi distribusi di Kios APPSI, stabilitas harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pedagang pasar rakyat dapat dikawal secara ketat demi menjaga daya beli masyarakat Kabupaten Bekasi.

APPSI Kabupaten Bekasi berharap langkah progresif ini dapat mendongkrak kebangkitan ekonomi kerakyatan serta menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang tangguh dan berdaulat.(Red)

Exit mobile version