Kapolri Pimpin Panen Jagung di Bekasi, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kapolri Listyo Sigit Prabowo (kanan),Ketua Komisi IV Titiek Soeharto (Tengah) l, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV tahun 2025.

Sajagat.id, Kabupaten Bekasi – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin panen jagung serentak kuartal IV tahun 2025 di Kabupaten Bekasi, Selasa (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung.

Kapolri menjelaskan panen kuartal IV sejatinya dijadwalkan pada Desember 2025, namun baru dapat dilaksanakan awal Januari 2026 karena berbagai agenda nasional.

“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan panen serentak kuartal keempat. Selama satu tahun terakhir, sesuai arahan Bapak Presiden, Polri mendorong swasembada jagung sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional,” ujar Listyo Sigit.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan Polri telah mengidentifikasi sekitar 1,3 juta hektare lahan potensial untuk ditanami jagung. Hingga saat ini, sekitar 586 ribu hektare telah ditanami dan sisanya ditargetkan rampung pada 2026.

“Masih ada sekitar 700 ribu hektare yang akan kami tanami. Targetnya seluruh 1,3 juta hektare bisa tertanam pada 2026,” katanya.

Dari hasil panen selama satu tahun hingga kuartal IV, kontribusi Polri terhadap produksi jagung nasional mencapai sekitar 3,4 hingga 3,5 juta ton. Kapolri berharap capaian ini mampu memperkuat swasembada jagung sekaligus mencukupi kebutuhan pasar domestik.

“Harapannya bukan hanya swasembada, tetapi juga cadangan nasional terpenuhi, baik untuk kebutuhan swasta, pakan ternak, Bulog, hingga membuka peluang ekspor,” jelasnya.

Panen serentak kali ini dipusatkan di Kabupaten Bekasi dengan luasan panen sekitar 25 ribu hektare, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan penanaman kembali sehingga total luasan tanam mencapai sekitar 50 ribu hektare.

Selain itu , Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat swasembada pangan.

“Produksi jagung nasional tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara konsumsi sekitar 15,60 juta ton. Artinya ada surplus hampir setengah juta ton. Ini menunjukkan Indonesia sudah swasembada jagung,” kata Titiek.

Ia menyebut kontribusi Polri mencapai sekitar 3,5 juta ton atau hampir 20 persen dari total produksi nasional, sehingga berperan signifikan dalam pencapaian target tersebut.

“Saya mengapresiasi Polri yang membantu mempercepat swasembada. Target empat tahun bisa dicapai hanya dalam waktu sekitar satu tahun,” ujarnya.

Titiek berharap keberhasilan ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada 2026 agar Indonesia mampu mengekspor jagung, sekaligus memperluas swasembada ke komoditas lain seperti kedelai, gula, garam, dan bawang putih.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyatakan capaian swasembada jagung tidak lepas dari dukungan penuh Komisi IV DPR RI dan peran aktif Polri.

“Target Bapak Presiden empat tahun, alhamdulillah bisa dicapai dalam waktu sekitar satu tahun. Ini berkat dukungan penuh Ibu Ketua Komisi IV dan kontribusi besar Bapak Kapolri,” kata Amran.

Ia menilai peningkatan produksi pertanian berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, pengurangan kemiskinan, dan pengangguran, yang pada akhirnya menjadi langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas.

“Ini langkah preventif terbaik. Ketika produksi meningkat dan pendapatan petani naik, potensi kejahatan juga menurun,” ujarnya.

Mentan juga mengungkapkan Indonesia telah mulai melakukan ekspor jagung ke sejumlah negara, seperti Malaysia dan Filipina dari beberapa daerah, termasuk Kalimantan Barat, NTB, dan Gorontalo.

“Atas nama pemerintah dan 1,6 juta petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Polri atas kontribusi nyata di sektor pertanian,” pungkasnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *