Sajagat.id, Kabupaten Bekasi – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Bekasi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Perum Bulog Cabang Karawang. Hal itu terungkap lewat pertemuan yang digelar pada hari Kamis, (27/08/2026)
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi komoditas pangan pokok, menjaga ketersediaan stok, serta menstabilkan harga eceran di seluruh pasar tradisional wilayah Kabupaten Bekasi.
Kerja sama ini menjadi salah satu program prioritas DPD APPSI Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan pengurus baru periode 2026–2031. Melalui sinergi ini, para pedagang pasar tradisional akan mendapatkan akses langsung terhadap pasokan komoditas penting dari Bulog, seperti beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP), minyak goreng Minyakita, gula pasir, dan tepung terigu berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Ketua DPD APPSI Kabupaten Bekasi, Hasbi Asidiki, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk melindungi para pedagang tradisional sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Kami ingin memastikan pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Dengan dukungan dari Bulog Cabang Karawang, rantai distribusi komoditas pangan dipotong sehingga para pedagang bisa mendapatkan barang dengan harga modal yang lebih murah dan menjualnya kembali ke konsumen dengan harga yang adil,” ujar Hasbi.
Dikatakan Hasbi, sejauh ini para pedagang di beberapa pasar tradisional sudah menjadi Mitra Bulog melalui Rumah Pangan Kita (RPK), seperti di Pasar Lemahabang. Para pedagang melakukan pendistribusian Minyak Kita dengan harga HET. Hal ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dengan stabilisasi harga di pasar dan meningkatkan penjualan barang-barang di pasar tradisional.
Sementara itu, pihak komersial Perum Bulog Cabang Karawang menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen BUMN dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah kerjanya. Melalui jaringan pedagang yang tergabung dalam APPSI, distribusi pangan murah diharapkan bisa menjadi lebih tepat sasaran dan menjangkau pelosok wilayah Kabupaten Bekasi secara lebih merata.
Selain penyediaan pasokan rutin, kerja sama ini ke depannya juga akan mencakup penyelenggaraan operasi pasar murah berkala di area pasar tradisional, penataan warung pasokan pangan, serta pembinaan manajemen bagi para pedagang agar lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasar dan digitalisasi ekonomi.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi yang berharap APPSI dapat menjadi mitra andalan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem perdagangan rakyat yang sehat, kompetitif, dan membawa kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Red)






